Sabtu, 29 Maret 2014

TKI dan Hukuman Mati

Kasus satinah TKI yang akan dihukum mati di saudi sekarang ini ramai diberitakan. Permasalahannya bukan pada hukuman matinya, namun pada uang diyat yang diminta oleh keluarga korban senilai 21Milyar Rupiah. Jika pihak satinah tidak bisa membayar uang diyat, maka dia akan terkena hukuman Pancung pada tanggal 3 April nanti. Saudi adalah negara yang menerapkan syariat islam, pembunuh harus dibunuh kecuali keluarga korban memaafkan

Sebagian masyarakat indonesia emnggalang dana dan memantu satinah agar bisa lepas dari hukuman tersebut, sebagian yang lain Justru menolak membantu satinah karena satinah dijatuhi hukuman mati karena salah dia sendiri. Dia terbukti di pengadilan secara sah dan meyakinkan mencuri dan membunuh majikannya. Maka pertanyaan selanjutnya? buat apa membantu pembunuh? 

Sebagian yang lain menuntut pemerintah membayarkan denda ke keluarga korban. Apakah pemerintah mau? Sejauh ini, pemerintah tidak mau menuruti permintaan keluarga korban, bukan karena tidak kasihan dengan nasib warga negaranya, namun  demi alasan preventif, sekarang ini ada lebih dari 200 orang TKI indonesia yang dijatuhi hukuman mati dari berbagai negara, nah kalau sekarang pemerintah menuruti permintaan keluarga korban, bukan tidak mungkin jika ada kasus lagi, maka uang diyat ini akan terus meningkat sampai puluhan milyar. Bayangkan, uang milyaran itu bukannya lebih baik diberikan kepada ribuan fakirmiskin atau sebagai modal usaha bukan? 

Berbeda kasusnya jika satinah dizholimi, atau di perkosa, atau di aniaya dan tidak dibayar. Mungkin masih ada rasa iba bagi kita. Namun jika terbukti satinah yang salah masa masih kita bela? Tiap hari kita berkoar koar hukum mati koruptor, gebukin maling sampai mati, tapi seorang pembunuh kok diberikan uang 21 Milyar agar dia bisa bebas? 

Solusi?
Tidak ada solusi instant dalam masalah ini, pemerintah sudah melakukan upaya untuk membantu satinah lepas dari hukuman mati, bahkan pemerintah menyediakan dana 4 juta riyal saudi untuk membantu pembebasan satinah. Sebagian orang mungkin bilang ,Masa uang 21 Milyar pemerintah tidak bisa bantu? Sekali lagi, pemerintah melihat kedepan dan bertindak preventif, pemerintah juga sudah baik karena membantu 4 juta rial kepada satinah, tinggal keluarga korban mau ga?Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri,sendiri bilang bahwa hanya Indonesia yang mau membantu warganya yang berurusan kriminal diluar negeri, kurang baik apa coba?


Solusi untuk masalah sejenis seperti ini harus dilakukan oleh semua pihak, berikut ini adalah saran dari saya pribadi

TKI
Tki hendaknya dibekali pengatuan dan skill yang matang sehingga tidak terjadi kasus yang sama diluar negeri. TKI juga harusnya tahu hukum dinegara tempat dituju. Jika tahu membunuh di saudi hukumannya MATI, maka jangan sampai membunuh. 

Penyalur tenaga kerja 
Hendaknya penyalur tenaga kerja juga ikut bertanggung jawab untuk masalah ini, misalkan mengasuransikan TKI tersebut dengan asuransi jiwa atau sebagainya, temasuk jika terjadi kasus kriminal seperti ini. Masalahanya, pihak asuransi juga berpikir dua kali dalam perjanjiannya, jika seorang TKI membunuh majikan, maka apakah asuransi mau membantu? berbeda jika TKI meninggal diluar negeri karena disiksa, dibunuh atau sakit. 

Pihak penyalur tenaga kerja juga akan lebih baik jika mengetes psikologi TKI, jangan sampai orang yang mentalnya tidak stabil dikirim kesana. Jangan sampai kasus TKI membunuh majikan atau anak majikan terulang karena mental tidak stabil dari KTI itu , seperti kejadian dilink ini .

Suami 
Kebanyakan TKI diluar negeri bekerja sebagai pembantu, mengapa? karena kebanyakan yang dikirim adalah pekerja yang tidak membutuhkan skill tinggi, dan kebanyakan adalah WANITA. Di rumah tangga sudah jelas kepala rumah tangganya laki laki, maka kalau suaminya tanggung jawab, justru harusnya laki laki yang bekerja banting tulang untuk kebutuhan keluarga, bukan malah istrinya suruh Ke luar negeri semantara di rumah dia jadi "ibu rumah tangga" dan ungkang ungkang nunggu hasil keringat darah dan air mata istrinya yang kerja dluar. Jika suami tidak tanggung jawab, Operasi kelamin aja jadi perempuan!.

Masyarakat 
Masyarakat hendanya juga jangan asal ceplas ceplos bilang pemerintah ga becus lah, pemerintah tidak membantu warganya dsb, Masyarakat hendaknya mendidik keluarganya dan masyarakat disekitarnya agar tidak terjerumus dalam "lomba siapa kaya" dan "lomba gengsi rumah bagus mobil mewah dari kerja luar negeri". Sebagian besar yang berangkat ke luar negeri memang bukan karena alasan ekonomi, dalam artian tidak bisa makan di kampung, tapi karena alasan pingin KAYA.  Memang diakui atau tidak, penyakit gengsi di masyarakat indonesia sudah akut!

Pemerintah
Sepanjang yang saya tahu, pemerintah sudah cukup optimal melindungi warga negaranya diluar negeri, dari membuat aturan ketat untuk PJTKI, membuat program padat karya seperti PNPM mandiri, memberikan kredit usaha rakyat dan sebagainya. jadi saya tidak banyak mengkritik pemrintah. Yang perlu kita lakukan mengkritik diri kita sendiri. 


Semoga tulisan ini ada manfaatnya

Jumat, 21 Maret 2014

Cara Mengecek Kebenaran Berita

“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik* membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” [Al Hujuraat:6]

*fasik =orang/media/pihak yang kadang ngomong benar dan kadang dusta.

Di zaman informasi sekarang ini, banyak beredar berita berita yang tidak jelas sumbernya dan di ragukan kebenarnnya. Berita ini menyebar dengan cepat entah itu benar atau tidak. Era Facebook dan Twitter membuat issue dan fitnah makin cepat menyebar kepenjuru dunia.

Sekarang, hampir setiap saat kita dijejali informasi, dari yang berisi sampah (baca:gosip artis) sampai berita politik, kejadian diluar dan didalam negeri sampai berita yang diberikan oleh kawan kita sendiri yang menceritakan temannya. Pertanyaannnya? apakah anda yakin berita itu benar?

Tujuan dari tulisan ini adalah ajakan untuk lebih berhati hati dalam menyikapi sebuah berita sekaligus menjadi pembaca yang cerdas dan bijaksana. Setiap berita dan informasi yang kita masuk harus kita saring kebenarannya. Bagaimana caranya? Cara cara berikut ini adalah langkah langkah yang bisa kita tempuh dalam mengecek kebenaran sebuah berita dan informasi


Tanyakan langsung kepada sumbernya 
Ini bermanfaat jika kita diberitahu informasi bahwa teman kita yang bernama fulan mencuri atau meninggal, misalkan saja, maka yang perlu anda cek adalah kebenarannya dengan menanyakan langsung kepada orangnnya. Jika dia mencuri tanyakan apakah memang dia mencuri atau sekedar isu atau salah faham. jika dia diberitakan meninggal? Ya kalau dia masih berjalan dimuka bumi atau ditelpon HP diangkat ya sudah pastilah dia masih hidup.

kejadian ini pernah dialami oleh teman saya mas Dede, jadi ada berita yang isinya, seorang pemuda bernama Dede meninggal karena tertimpa pohon. Cara memastikan bahwa Dede itu adalah dede teman kita, maka kita sms atau telepon orangnya. Jangan cuma desas desus atau panik. Nah ternyata dia masih hidup dan yang meninggal ternyata "dede " orang lain. Bagaimana jika berita itu merupakan berita orang terkenal yang kita tidak mungkin bertemu atau bertanya? cek point berikutnya

Lihat wawancara, Rekaman atau videonya 
Misalkan contoh realnya adalah , Dulu, jokowi berbicara dimedia bahwa dia tidak akan nyapres dan akan komitmen 5 tahun di jakarta. Apakah berita ini benar? cara termudah adalah melihat arsip video atau wawancara serta kutipan di media. Jika memang dari mulutnya keluar kata kata itu ya jelas berita itu benar. Ini contoh paling gampannya ya.

Conoh lainnya adalah berita yang mengatakan bahwa tenda SBY di sinabung senilai 15 Milyar? Wow fantastis sekali? Cara mengeceknya bagaimana? lihat konferensi pers atau rekaman SBY langsung yang menyatakan bahwa berita tersebut tidak benar. Kurang yakin? Lihat video atau foto Tendanya, ternyata harga tendanya hanya senilai 60 juta. Itupun tenda militer yang bisa dihuni oleh lebih  dari 10 orang dalam satu tenda, bukan satu tenda untuk SBY saja.

Lihat berita di media yang lain atau baca referensinya
ini pernah saya alami dan baca sendiri, saya langsung mengkritik media tersebut karena beritanya dipelintir. Media tersebut bernama Arrahmah. Sangat disayangkan memang, media islam namum memplintir berita. Jadi beritanya berjudul Saudi tengah bersiap-siap menginvasi Suriah untuk melemahkan kekuatan Mujahidin ". Nah otomatis pembaca kaget , apa benar? bukannya saudi adalah penyokong utama pendanaan dan persenjataan gpemberontakan sunni di Suriah?

Ternyata berita yang benar adalah "Saudi arabia akan membantu para pembrontak yang tidak berafiliasi dengan alqaeda". Nah pihak arrahmah menulis dengan cara dpelintir, Media ini memang berafiliasi dengan baasyir dan cenderung mendukung alqaeda. Tampak sekali ketidak adil  dan tidak amanah dalam menyampaikan berita. Padahal media kafir saat itu saja memberitakan dengan imbang.

Baca kesesuaian Judul Berita dengan Isinya 

Contoh yang belum lama juga terjadi di website dakwatuna dengan judul fantastis. judulnya  Kapolri tegaskan tidak ada jilbab untuk polwan. Nah ternyata isi berita itu menyatakan , TIDAK ADA JILBAB UNTUK POLWAN SAMPAI ATURANNYA KELUAR. banyak sekali komentar miring untuk polri karena hanya membaca judul.  Saya tahu maksud dari dakwatuna adalah menarik pembaca, namun bagi pembaca yang tidak cerdas dan terlanjur emois, maka akan muncul cacian dan umpatan dari para pembacanya.
Bukankah surat al hujarat diatas sudah jelas :" maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” [Al Hujuraat:6]".  

Bukankah berita tersebut membuat para pembaca mencaci maki polisi?.

Tanya teman yang ada dilokasi kejadian
Tanya teman atau keluarga dilokasi kejadian. Ini penting, contohnya adalah berita merapi meletus tahun 2010. Saya masih ingat banget karena bapak/ibu saya telepon dan kwhawatir saya di KOTA jogja dalam kondisi bahaya. Berita dan reporter di TV dengan 'seramnya' memberitakan. terjadi kepanikan luar biasa di KOTA yogyakarta (lalu dibelakanngya orang berhamburan naik motor dan lari menhindari abu merapi). Padahal itu terjadi di lokasi yang jaraknya 40KM dari KOTA jogja. Si reporter ngawur luar biasa. Lokasinyaitu di Cangkringan, sleman. Berita seperti ini tentunya membuat orang tua yang punya anak di jogja panik. makanya kroscek keteman atau keluarga dilokasi kejadian sangat penting untuk meyakinkan kebenaran suatu berita.


Cek dan crosscek si pembawa berita

Pembawa berita juga harus dicek apakah dia jujur atau fasiq? Medianya punya orang kafir yang membenci islam atau tidak? (jika menyangkut berita islam), sumber berita kredibel tidak? Beritanya di pelintir tidak? Apakah track record dari pembawa berita bagus yang artinya dipercaya oleh masyarakat luas?

Dan satu lagi di era kampanye saat ini? Siapa sipemilik media? Contoh yang paling mencolok adalah okezone.com dan metroTV. MetroTV beritanya lebih tepat disebut dengan "Advetorial" semuanya menampilkan kebaikan dari Nasdem, apakah itu benar? apakah itu valid? itu berita apa iklan? Mirip juga dengan jaringan MNC dan Okezonenya. Semua yang berbau WIN-HT pasti disorot dan dianggap baik. Sama juga dengan Detik.com yang tiap hari menulis kebaikan jokowi, sampai sampai perkara tidak penting saja ditulis". Disinilah kita bisa tahu tingkat independensi dari media tersebut. Saya berani menjamin 99% bahwa media yang dimiliki oleh oleh orang yang ikut berkecimpung di pemilu/partai, maka tidak akan objective memberitakannya.

Contoh yang mirip adalah VivaNews dan jaringannya. Lumpur lapindo tidak pernah dibahas karena itu berurusan dengan citra dari Pimpinannya yang mau mencalokan diri jadi presiden.

Jika berita berupa fakta sejarah, baca referensi dan sudut pandang penulisnya.

Berita yang diambil sumbernya dari sejarah, jangan dimakan mentah mentah, contoh sederhana, ketika usman harun dijadikan kapal perang indonesia, Orang indo marah marah dan bilang Singapura ikut campur? namun setelah kita baca sejarah ternyata usman harun dihukum mati karena melakukan pengeboman disingapua. Saat itu indonesia sedang konfrontasi dengan malaysia dan singapura masih satu bagian dengan malaysia. Bagi Singapura, Usman harun adalah penjahat dan teroris, bagi orang indonesia, Usman harun adalah Pahlawan indonesia. Ingat, usman harus melakukan pengeboman karena dimasa itu adalah masa konflik indonesia dan Malaysia, atau tepatnya inggris. Sukarno memberikan komando dwikora. Jadi yang penting disini adalah sudut pandang.

Contoh yang mirip dengan ini adalah tengan kerusuhan di mekah di musim haji 1987. Lebih dari 400 tewas karena kerusuhan tersebut. Namun berita yang pernah saya baca di republika, kalimatnya sangat subjectif. Di berita itu dinyatakan bahwa Jamaah haji dari iran yang ikut demo DI BANTAI oleh polisi saudi. Lihat, sangat jauh menyimpang dari fakta dilapangan. Di berita yang lain menyatakan bahwa warga syiah iran yang tewas adalah 400 orang, padal 400 orang itu dari pihak syiah dan polisi saudi, padahal rincian yang benar 275 orang syiah, 85 polisi saudi meninggal dan 42 orangjemaah haji lain ikut jadi korban. Sangat saya sayangkan pihak republika yang katanya 'koran islam' justru tidak adil dalam pemberitaannya.

Lihat bukti data dan fakta
Banyak akun twitter yang isinya fitnah dan ucapan 'kebencian' yang tanpa dasar dan fakta. Contoh realnya adalah triomacan2000.  update status dari triomacan jarang memberi bukti dan fakta, namun cenderung ke fitnah. Misalkan perkara korupsi pejabat X. Nah jika mereka memang benar, laporkan ke KPK, bukan cuma cuap cuap pengecut seperti itu.

Contoh kasus yang lain, banyak kejadian salah pengutipan atau salah menkonversi nilai mata uang. Dulu pernah pihak The Jakarta Post membuat berita menggempakan bahwa kerugian dari sebuah kasus korupsi X sampai sekian triliun USD . Bukan hanya media indonesia,bahkan media luar negeri saja terbelalak kaget. Kenapa? karena triliun dollar itu sangat besar, wong GDP amerika saja cuma 15 triliun USD dan penghasilan pemerintah indonesia tidak sampai 1 triliun USD kok bisa ada korupsi sebesar itu? ternyata kata triliun Rupiah diartikan mentah mentah dan digantikan simbol USD . Konyol dan super konyol, untungnya pihak Jakarta post langsung meralat pemberitaan tersebut.

sekian dulu, bisa kita ringkas dalam mengecek kebenaran berita berikut ini adalah point yang perlu kita tekankan:

  1. lihat pernyataan asli dari object berita
  2. lihat foto/video/rekaman berita 
  3.  kalau perlu tanya saksi dilapangan /lokasi kejadian
  4. baca referensi berita dan latar belakang berita(bila itu sejarah). 
  5. lihat siapa yang memberitakan.
  6. Lihat data dan fakta serta bukti jika ada