Kamis, 21 Februari 2013

Sebelum menilai seseorang, lihat dulu masa lalunya

Saya akan cerita sedikit tentang Barney.  Barney adalah salah satu tokoh di serial TV America "How I Meet Your Mother". Barney adalah seorang yang bekerja di perusahaan konsultan hukum di New York. Gaya hidupnya glamor dan yang paling parah dia adalah seorang playboy sejati. Segala daya dan upaya berusaha ia dapatkan untuk mendapatkan cewek hanya untuk di tiduri, dia tidak punya keinginan untuk membuat hubungan permanent apalagi menikah. 


Loh kok bisa? wah jelek sekali sifat orang itu? wah bener playboy kampret! Ooh... jangan komentar dulu.Kok bisa barney menjadi seperti itu? Ternyata ada kisah yang menarik yang perlu di tengok. Dulunya barney hanya bekerja di rumah makan kecil, walaupun seorang sarjana, nasibnya kurang beruntung. Dia punya cewe yang juga bekerja di rumah makan tersebut. Bagi mereka berdua, cinta dan kesetiaan lebih bernilai dari kekayaan dan jabatan. 

Sampai suatu hari, ternyata dia di selingkuhi oleh pacarnya dan kemudian pacarnya lebih memilih orang yang lebih mapan, kaya, walaupun sudah tua. Ketika Barney berusaha meluapkan rasa sakit hatinya lewat lagu dan dikirim ke pihak cewek dengan harapan si cewek mau kembali padanya, yang terjadi justru si cewek dan pacar barunya tertawa ngakak dan lagu yang di kirimkan tersebut menjadi olok olokan. 

Akhirnya sejak saat itu, barney berusaha tampil lebih rapih dan bekerja di firma hukum. Setiap malam dia ke bar untuk mendapatkan cewek agar bisa ditiduri (get laid). Dia tidak percaya dengan yang namanya cinta, kesetiaan apalagi cewek yang tidak matre.Sekarang anda nilai lagi si barney dan bagaimana jika anda sebagai barney sekarang? .

Saya tidak mengatakan tindakan barney menjadi playboy benar, ada pelajaran yang lebih penting disini. Bahwa watak dan kepribadian seseorang sangat dipengaruhi masa lalunya. Yang lebih penting watak dan kebiasaan kita di masa depan akan sangat dipengaruhi dengan kondisi kita sekarang. Hal lain yang pelu kita tahu adalah, Nilailah seseorang dengan melihat masalalunya terlebih dahulu sehingga kita lebih bijak dalam menyampaikan nasehat dan menilai seseorang. 

Mengapa? karena kebanyakan orang tidak mau menerima nasehat bukan karena isi dari nasehet yang kita sampaikan, tapi justru dia tidak menerima karena cara kita yang salah dalam menyampaikan. Melihat masa lalu seseorang akan membuat kita lebih baik dalam  menyusun dan menyampaikan nasehat kepada orang lain. 

1 komentar:

Feni mengatakan...

masa lalunya yaa.. :)
memang tidak semua masa lalu menyenangkan, ada yang menyedihkan, menyakitkan..
but, i hope memory doesn't have power to break my future :)
*nggak nyambung.. *hanya teringat masalalu juga :D