Sabtu, 09 Maret 2013

Follow back ya!

What the..? sering banget kan kita di twitter mendapat pesan ini? ketika seseorang baru saja memfollow kita, maka otomatis dia meminta follow back. Saat ada seorang fan dan memfollow artis yang disukainya, mantra ini juga akan dilayangkan :" follow back ya?". 

Pertanyaanya, siapa kamu? twitter dari awal sebenarnya tidak didesain untuk pertemanan. Twitter didesain untuk membroadcast pesan. Ide awalnya adalah sebagai berikut:" sekelompok tim ingin terus melihat apa yang dikerjakan oleh angota tim lain. Ketimbang bertanya:" sedang ngerjain apa?" ,"Sedang dimana?", nah maka masing masing anggota harus membroaadcast sms keseluruh temannya dengan update semisal": wah, lagi  makan di MCD nih?" 

Itu ide pertama dari twitter. Twitter berusaha menghilangkan pertanyaan umum yang sering muncul dan ditanyakan oleh Orang dekat kita. Namun, karena twitter makin populer, maka twitter bergeser ke hal yang lebih umum . User yang didunia nyata populer seperti tokoh, artis dan sebagainya, maka otomatis pengikutinya juga banyak. Pengikut ini sama dengan FAN. 

Fan tokoh /artis itu sendiri dari yang berjumlah ribuan sampai jutaan. Yang aneh, masing masing fannya ingin dianggap spesial oleh tokoh yang diidolakan. Minta di followback lah, minta di reply lah dan seterusnya. Pertanyaan nya harusnya gini:" kamu itu siapa sih?" 

realistis saja lah, saat kamu memfollow seseorang di twitter, itu artinya kamu suka dengan tweetnya, atau tokoh yang meretweet karena itu bermanfaat bagi kamu. Nah twitter ini bersifat 1 arah. Berbeda dengan facebook. Jadi jika kamu memfollow seseorang, ga usah deh meminta Follow back. 

Para tokoh/artis itu mana mau memfollow back kamu, mikir dong, apa informasi tweet yang menarik dari kamu? " update makan malam di hotel?", nonton film di empire?" itu mungkin menarik bagi kamu, tapi emang menarik bagi yang lain? apalagi bagi orang yang ga kenal kamu!

Sama juga, saat saya di follow oleh user di twitter atau Google+, saya tidak serta merta memfollow back. Buat apa memfollow back kalau cuman bikin timeline dipenuhi informasi yang tidak penting. 


Ingat, orang yang kita follow adalah orang yang mentweeet sesuatu yang bermanfaat dalam pandangan kita. Orang yang memfollow kita juga sama, mereka mengganggap tweet kita menarik. Jadi sekali lagi, plz ga usah minta follow back deh. 

Hal ini juga ga jauh berbeda dengan fenomena,"Tolong di like ya". Buat apa saya harus melike sesuatu yang saya tidak suka. Coba deh, manfaatkan twitter, Google+ dan facebook secara natural seperti didunia nyata. Sekarang saya tanya:" Jika ada orang yang baru ketemu di bis tiba tiba bilang gini: Mas, saya ini orang baik loh, mas percaya sama saya kan? jangan lupa mas, investasi emas ke saya ya? saya jamin untung berlipat". Anda mau percaya ? ga kan? jadi plz ga usah follow back atau minta di like. Biarkan semuanya mengalir secara natural saja. 

Jika anda ingin dapat follower banyak atau ingin dilike, silahkan baca  comic "How to get More like" dari oatmeal.com. Comic itu sangat mengena bagi anda anda yang suka jualan "Like" atau minta "Follow back".


0 comments: